Perkenalan Indro dengan grup Warkop dimulai pada 1976 ketika ia masih SMA dan untuk menambah pundi pemasukan uang, ia memberanikan diri melamar menjadi penyiar radio di Prambors. Setelah kematian ayahnya, Indro membantu ibunya yang mengelola usaha katering dengan menjadi tukang berbelanja ke pasar. Saat masih kecil Indro sempat ingin mengikuti jejak ayahnya menjadi perwira tetapi kemudian mengurungkan niatnya setelah kedua orang tuanya tidak setuju. Ayahnya merupakan seorang inspektur jenderal polisi sementara ibunya seorang pengusaha katering. Mahatkarta Indrodjojo Kusumonegoro , lahir 8 Mei 1958,, lebih dikenal dengan mononim Indro, adalah pemeran, pelawak, penyanyi, dan produser Indonesia. Indro menambahkan — film ini bukan sekadar nostalgia, tapi juga usaha agar generasi baru bisa menikmati humor Warkop lewat medium yang kekinian.
Dono — Kasino, Indro, dan Dorman Borisman berperan sebagai anggota tim khusus dalam satuan kepolisian. Sanwani memiliki seorang adik bernama Tiwi, yang menyukai Paijo, seorang dokter. Untuk pertama kalinya — nama-nama karakter seperti Slamet (Dono), Sanwani (Kasino), Paijo (Indro), dan Poltak (Dorman Borisman) tidak digunakan, digantikan oleh nama asli masing-masing pemeran.
Dari semua anggota Warkop, Dono adalah anggota yang paling dikenal dan sering dianggap sebagai maskot utama kelompok ini. Tanpa Nanu, Warkop Prambors yang hanya menyisakan Kasino, Dono, dan Indro semakin sering menerima tawaran produksi film, pada film-film awal mereka yang diproduksi oleh mendorong lewat Betdice Bola Dunia Film, personel Warkop memerankan tokoh Slamet , diperankan oleh Dono,, Sanwani (Kasino), dan Paijo (Indro). Sayangnya (Rudi Badil yang selama ini selalu demam panggung saat tampil langsung memutuskan untuk mundur sebagai anggota Warkop Prambors), dan menjadi satu-satunya anggota Warkop yang tidak pernah tampil dilayar lebar. Warkop Prambors mulai muncul dilayar televisi melalui acara Terminal Musikal – Tempat Anak Muda Mangkal, arahan Mus Mualim, pada malam tahun baru 1978, dari sana mereka kemudian sering tampil di TVRI. Pertunjukkan itu saat pesta perpisahan SMP Negeri 9 Jakarta di Hotel Indonesia, dan mulai tampil dari panggung ke panggung.
Semenjak selamat dari maut (ia tiba-tiba memiliki kemampuan khusus), yaitu bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk halus. Lihat saja pemainnya ada Om Indro dan Tora Sudiro, pasti petjah banget humornya. Soalnya ada balutan komedi dan cerita tentang keluarga juga. Walau judulnya ghost (film ini enggak seram sama sekali), kok. Kalau kalian baru mau nonton film Warkop DKI, coba mulai dari “Mana Tahaaan…!!!”, “Setan Kredit”, dan “Pintar Pintar Bodoh”. Semenjak itu, Warkop Prambors melebarkan sayap mereka ke dunia perfilman dan menjadi semakin terkenal.
Untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Nanu, Warkop Prambors sempat beberapa kali menggunakan beberapa pemain pembantu yang bisa mengimbangi mereka bertiga sebagai tokoh sentral komedi, di antaranya adalah Dorman Borisman dan Mat Solar. Bersama Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromak mereka tampil di Malam Pagelaran Dapur Musik Betawi, grup musik yang juga terkenal melalui Terminal Musikal. Warkop dki dono kasino indro film pertama warkop dki maju kena mundur kena film terakhir warkop dki humor satir sosial Dono, Indro, dan Kasino ingin memiliki mobil, tetapi mereka tidak memiliki cukup uang. Setelah lulus kuliah, Slamet dan Poltak yang belum memiliki pekerjaan tetap memilih menumpang dan bekerja pada keluarga Sanwani yang kaya. Namun, ketiganya akhirnya kecewa ketika mengetahui bahwa Rita telah dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang pilot.
INFO FILM TV dan OLAHRAGA HARI INI: Ada Daniel Craig, Chintami Atmanegara, Ana de Armas dan Borneo vs Persebaya

Adegan-adegan kocak, kelucuan tanpa basa-basi, serta cerita yang penuh kejutan bikin film-film mereka nggak pernah membosankan. Sejak era 80-an, film-film Warkop DKI menjadi tontonan favorit keluarga Indonesia dan tetap lucu hingga sekarang. Grup komedi legendaris yang digawangi Dono (Kasino), dan Indro ini selalu sukses menghibur penonton dengan humor khas mereka. Film komedi klasik ala Warkop ini terinspirasi dari kesuksesan serial TV berjudul mirip yang sangat terkenal pada era awal hingga medio 80-an, yaitu California Highway Patrols (CHiPs), dengan bintangnya Erik Estrada sebagai Ponchorello.
Kemudian muncul seorang polisi lain yang sedang menyamar sebagai perampok, yang sebenarnya adalah perampok asli. Dono dan kawan-kawan meringkusnya dengan memberi onde-onde beracun sehingga polisi tersebut teler. Perampok yang muncul ternyata adalah seorang polisi yang ditugaskan untuk mengawal Dono. Film ini menggambarkan dinamika persahabatan dan hubungan cinta segitiga yang penuh kekacauan dan intrik.
Bisa Naik Bisa Turun menampilkan sekumpulan komedi ketika Dono (Kasino), dan Indro menjalani berbagai macam peluang karier. Nah, kabar baik buat kamu yang ingin menyaksikan humor legendaris Indonesia. Ditonton sekilas — film-filmnya memang seolah cuma menampilkan sekumpulan humor sebagai akibat dari perbuatan anggota Warkop –Dono, Kasino, Indro– yang selalu konyol. Pada bagian selanjutnya, Dono menemukan sebuah dompet berisi sejumlah uang saat sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama Kasino dan Indro. Kesempatan tersebut digunakan Dono untuk menunggu seorang gadis yang baru dikenalnya dan berencana dirayunya di rumah.
Pintar PIntar Bodoh

Film ini disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karyanya yang bertema horor bersama Suzzanna. Upaya mengembalikan uang tersebut melalui prosedur yang berbelit-belit menimbulkan berbagai adegan lucu. Kasino mengalami nasib malang akibat kesalahan pegawai bank yang memberikan uang berlebih.
Dalam trailer ini — Dono-Kasino-Indro tampil dengan seragam ala petugas keamanan CHIPS. Namun, di bagian kedua komedi yang ditampilkan lebih menyesuaikan zaman. Rencana mereka gagal setelah mereka menyadari bahwa koper pemberian Pak Selamet berisi uang mainan dan hampir diamuk warga karena dikira mengedarkan uang palsu. Dono — Kasino, dan Indro yang kebingungan mencari uang, mengunjungi paman Dono yaitu Pak Slamet (Tarzan) untuk meminjam uang. Karena mereka bertiga merupakan anggota CHIIPS yang memiliki rekor paling buruk, Boss memasukkan anggota CHIIPS dari Paris bernama Sophie (Hannah Al Rashid) untuk membantu mereka. Ketika Marni hamil lagi, usianya sudah tua dan anak-anaknya sudah dewasa, konflik muncul dalam keluarga yang damai itu.
INFO FILM TV dan OLAHRAGA HARI INI: Ada Charlie Hunnam, Ryan Reynolds, Eva Arnaz, dan Arema FC vs Bali United
JAKARTA — KOMPAS.com – Komedian sekaligus aktor Indro Warkop ingin terus melestarikan intellectual property (IP) Warkop DKI hingga ke anak-anak generasi alpha. Yakni pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Indonesia melawan tim dari negara fiktif Korea Barat — dengan deretan kejadian yang mustahil dan penuh parodi. Tetapi setelah bertemu malah ketiganya mengalami kecelakaan pesawat dan tersisa Dono bersama Madonna. Pengelolaan hotel itu yang menjadi sumber kelucuan, antara lain investigasi Dono terhadap tamu hotel (diperankan oleh Sena A. Utoyo) yang dicurigai menyimpan tamu wanita di salah satu kamar. Maju Kena Mundur Kena merupakan salah satu film komedi yang cukup terkenal hingga saat ini.

Sinopsis Jomblo Fi Sabilillah, Diperankan Nabilah Ratna Ayu!
Dibalut sama komedi, film Warkop DKI jadi tontonan yang menyenangkan kalau kalian mau menertawakan diri kalian sendiri dan keadaan di sekitar. Dalam Lupa Aturan Main (Boneng menjadi masalah bagi trio Warkop DKI dan para warkop girls), karena Boneng adalah perampok yang pura-pura menjadi polisi. Contohnya, kayak dalam kejadian Dono yang menyamar menjadi mumi kemudian minta uang kepada seorang pasien. Masalah duit dan batu berharga memang bikin banyak orang gelap mata dan ini ditampilkan dalam film komedi Depan Bisa Belakang Bisa.
Om Indro tidak hanya terkenal dengan komedi, tetapi dia juga cukup sering berperan dalam drama keluarga. Saking terkenalnya, film ini memang sudah beberapa kali di-remake oleh negara lain. Karena banyak sekali orang yang menyukai acara tersebut (Warkop Prambors sering mendapatkan offline job seperti tampil di acara kampus), dan sebagainya. Dalam pertandingan penuh kekacauan itu — Indro beraksi sebagai penjaga gawang, Kasino tampil sebagai gelandang nomor 7, dan Dono mengenakan nomor punggung 10, peran yang tak kalah ikonik dari versi live-action mereka dulu. Berdasarkan akronim CHIPS memiliki arti Cara Hebat Ikut Penanggulangan Sosial, dimana tiga kawanan tersebut menjadi seorang polisi partikelir.
Itulah tiga film Warkop DKI paling populer yang wajib kalian tonton paling awal. Di waktu yang bersamaan, ketiganya juga direkrut oleh perusahaan asuransi untuk mengawasi Satomoto. Mereka juga berkenalan dengan Chintami yang seorang penyanyi terkenal. Film Warkop DKI ini sangat populer karena juga dibintangi Eva Arnaz dan Lydia Kandou yang dikenal seksi.
